Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami
Kontributor
BOGOR, Majalah MISSI – Mempertemukan dua lembaga pendidikan besar lintas negara bukanlah perkara mudah. Banyak orang memiliki ide serupa, namun seringkali berhenti di angan-angan karena minimnya keberanian untuk melangkah. Padahal, sebuah ide besar hanya akan menjadi khayalan tanpa tekad yang kuat.
Prinsip inilah yang dipegang teguh oleh Ustadz Ridhova. Beliau meyakini sebuah rumus sederhana namun bermakna dalam: ilmu, relasi, dan aksi. “Jika kita punya ilmu, punya relasi, dan ada aksi, Insya Allah jadi rezeki,” ungkapnya.
Sebagai alumni Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami (PMUQI) yang kini mengabdi di Thamavitya Mulniti School, Thailand, Ustadz Ridhova berada di posisi strategis. Ia memiliki ilmu dan relasi di kedua lembaga tersebut. Dengan keberanian untuk bertindak, ia menjembatani lahirnya program pertukaran pelajar yang kini membuahkan banyak manfaat.
Program ini terbukti menjadi wadah bagi para siswa untuk mengasah kepercayaan diri, memperluas cakrawala tentang perbedaan budaya, hingga mempertajam kemampuan berkomunikasi internasional.
Salah satu peserta dari Thailand, Thanda, mengakui dampak nyata dari program ini. Meski awalnya terkendala bahasa, interaksi intensif selama di Indonesia membantunya berkembang.
“I came here, I can’t speak Indonesian, and my English is not good because I only speak Thai every day. And when I talk to you all, I can improve my language with that, and you are all so friendly to me,” ujarnya.
Pengakuan tersebut menjadi bukti nyata bahwa keberanian untuk beraksi telah mendatangkan rezeki bukan sekadar materi, melainkan rezeki ilmu, pengalaman berharga, serta jalinan persaudaraan antarnegara.
Melalui inisiatif ini, Ustadz Ridhova membuktikan bahwa keberanian adalah kunci untuk mengubah khayalan menjadi kenyataan. Meskipun program ini tergolong baru, jejak awal kerja sama ini diharapkan terus membawa dampak positif dan menjadi fondasi bagi kolaborasi yang lebih besar di masa depan.