Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami

Puasa Arafah menjadi kewajiban santri Ummul Quro Al-Islami sebagai bentuk pengamalan sunnah-sunnah

source : Spesial
Majalah Missi – Selasa, 26 Mei2026. Seluruh santri melaksanakan puasa sunnah Arafah di pesantren Ummul QuraAl-Islami sebagai kewajiban yang diberikan pondok, menjadi salah satu pengamalan dari sunnah-sunnah pesantren. 
 
Tradisi ini bermula dari amanah Alm.K.H. Helmy yang sebelumnya ingin dilaksanakan berurutan dengan puasa Tarwiyah pada hari Tarwiyah, tetapi karena melihat santri yang keberatan dengan itu menjadikan hanya pelaksanaan puasa Arafah saja yang diwajibkan. 
 
Tujuan pelaksanaan puasa hari Arafah ini adalah sebagai bentuk penghormatan dan pemuliaan para jemaah haji yang sedang melaksanakan salah satu rukun haji yaitu wukuf di padang Arafah, serta ketaatan kepada nasihat guru kita Alm. K.H. Helmy bagi santri. 
 
Menjadikan puasa Arafah sunnah untuk dilakukan bagi orang yang tidak berhaji agar orang yang berhaji maupun yang tidak berhaji sama-sama mendapatkan pahala ibadahnya. “Arafah” berasal dari peristiwa ketika Malaikat Jibril memperkenalkan tata cara ibadah haji kepada Nabi Ibrahim AS. Saat Jibril bertanya apakah ia memahaminya, Ibrahim menjawab, “Araftu”(saya telah mengetahuinya/mengenalnya). 
 
Pensyariatan puasa sunah ini ditetapkan seiring dengan diturunkannya syariat ibadah haji secara sempurna. Pada 10 Hijriah, Nabi Muhammad SAW melakukan ibadah haji (Haji Wada) dan melakukan wukuf di Padang Arafah. 
 
Seperti yang disabda Rasulullah SAW. dalam riwayat dari sahabat Abu Qatadah RA, yang menegaskan bahwa puasa pada tanggal 9 Zulhijjah dapat menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun setelahnya, yaitu dosa-dosa kecil yang diperbuat oleh manusia.
 صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَة أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِيبَعْدَهُ 
 
“Puasa hari Arafah dapat menghapus dosa dua tahun yang telah lalu dan yang akan datang, dan puasa Asyura(10 Muharram) dapat menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no.1162). 
 
Kerugian utama orang yang tidak berpuasa Arafah adalah kehilangan kesempatan emas untuk mendapatkan pengampunan dosa selama dua tahun, serta kehilangan momen di mana Allah paling banyak membebaskan hamba-Nya dari siksa api neraka. 
 
Dengan ini, santri tetap semangat berpuasa hingga usai dengan motivasi dari dalil-dalil serta nasihat yang diberikan oleh para guru dalam keberkahan puasa Arafah yang telah dijelaskan sebelumnya. 
 
Teks oleh: Tahsin &Arshavin