Kontributor
Majalah Missi – Selasa malam, 26 Mei 2026. Santri dan santriwati pesantren modern Ummul Quro Al-Islami gelar Tarling (Takbir Keliling) di sepanjang Jalan Moh. Noh Noer, Leuwimekar, pusat Kecamatan Leuwiliang, pasar Leuwiliang, hingga kembali lagi ke pondok.
Ini adalah acara tahunan yang diikuti santri/wati yang bertujuan untuk membangun silaturahmi dalam persaudaraan, membangkitkan semangat santri, dan merayakan hari raya Idul Adha pada 10 Zulhijah 1447 Hijriah/27 Mei 2026 Masehi.
Pelepasan santri diawali dengan pembacaan do’a bersama yang dibawakan oleh K.H. Saiful Falah pada pembukaan dan sambutan acara. “Selama di perjalanan, para santri harus menjaga keselamatan, ketertiban dan nama baik pondok.
Jangan sampai anak-anakku mengganggu lalulintas dan kegiatan masyarakat. Dan semoga anak-anakku selamat sampai kembali ke pesantren.” Pesannya sesaat sebelum gong peresmian dipukulkan. Tarling berjalan meriah dipenuhi sorak-sorai takbir oleh para santri putra dengan dibarengi gelegar suara beduk yang ditabuk mereka.
Kreatifitas santri juga keluar disini dengan berbagai bentuk, mulai dari mascot unta yang dibawa, berbagai mascot pak haji, dan yang paling meriah iyalah mascot pocong yang diperankan oleh salah satu santri dari kelas 2 Madrasah Tsanawiyah putra.
Lalu lintas setempat terpantau macet dengan didomonasi pengendara motor yang melintas, yang tetap diawasi oleh kapolsek setempat guna mengatur lalu lintas dan memastikan santri aman. “Wajar aja, karena ini cuma satutahun sekali. Bagus ini, meneruskan tradisi, biasanya anak muda sekarang itu sibuk dengan HP-nya, main game. Kalo masalah macet itu udah biasa.” Ujar salah seorang pengendara motor yang terjebak macet sambil menikmati tarling tersebut.
Masyarakat semangat menyaksikan gelarak takbir yang dilantunkan oleh santri, mulai dari pengendara yang lewat, warga yang berdiam diri di rumahnya bersama keluarga, serta anak-anak setempat. Warga mengaku senang melihat kemeriahan santri dalam menyambut hari raya dan memberitahu pihak Missi bahwa jika tidak ada acara tahunan ini rasanya seperti ada yang hilang dan janggal.
Perjalanan berakhir dengan aman dan selamat semua tiba di pesantren. Tidak ada hambatan yang berarti dalam pelaksanaan.karena semua panitia kompak dengan kerjasama menjalankan acara. Serta kerjasama dengan kapolsek setempat guna mengatur lalulintas agar para santri tidakmengganggu lajunya pengendara juga terselenggara dengan baik. “Supaya inget terus sama tradisi yang lalu. Santri harus terus bersatu, jaga kesehatan, sama hati-hati, inikan jalan raya, biar santri seneng keluar, enggak di pondok terus.” Pesan seorang ibu yang sedang menikmati jalannya acara di depan gang rumahnya kepada para santri sebelum mereka kembali ke masuk ke area pesantren.
Teks oleh: Arshavin dan Axel