Kontributor
Bogor, Missi – Minggu (24/05/2026) Pada hari ini telah dilaksanakan wisuda tahfidz yang berlangsung di Basement Masjid Jami’ Ummul Quro Al-Islami.
Yang diikuti oleh seluruh santri program tahfidz dan dihadiri oleh wali santri wisudawan-wisudawati. Pada tahun ini santriawan/i yang mengikuti wisuda tahfidz mencapai 129 wisudawan/i. Acara wisuda diawali dengan pembacaan mahalul qiyam agar acara ini dipenuhi dengan keberkahan dan kelancaran. Setelah pembacaan mahalul qiyam, barulah dimulai acara oleh pembawa acara dengan bersama-sama membaca lafadz basmallah.
Dilanjut dengan penampilan sari tilawah oleh santri putri program tahfidz. Lanjut pada acara selanjutnya, yaitu sambutan dari Wakil Pimpinan Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami, yakni KH. Dr. Syamsul Rizal, S.H.I., M.Pd.I. Beliau telah membahas keutamaan menghafal bagi seluruh santri.
Meski pesantren kita bukanlah pesantren yang fokus pada menghafal Al-Qur’an, tetapi Allah telah memilih orang yang siap menjadi penghafal seperti para wisudawan/i pada hari ini. “Di Ummul Quro memang bukan takhasus Al-Qur’an, tetapi Allah telah memilih orang-orang yang siap menghafal dan menjaga Al-Qur’an,” ungkapnya.
Selanjutnya tausiyah yang diisi oleh pemateri Ust. Wahidul Kholis Assaumi, L.C. Beliau memberikan nasihat bagi seluruh peserta wisudawan/i mengenai pentingnya menjaga hafalan, karena menghafal Al-Qur’an adalah salah satu pembelajaran pendidikan bagi anak. Setelah pemberian nasehat tibalah pada acara inti yaitu prosesi wisuda, yang diawali pembacaan Al-Qur’an bersama-sama, lalu dilanjut dengan sesi sambung ayat oleh peserta wisudawan/i dengan wali santri.
Berikutnya penyematan piagam dan sertifikat pada peserta wisuda. Seusai penyematan dilanjut dengan sungkeman para wisudawan yang diwakili secara simbolis oleh santri penghafal 30 juz. Selanjutnya pemberian penghargaan bagi peserta yang mendapat kategori, Ahsan, Aksar, Taqwa, Mutqin, dan 30 juz. Kebahagiaan dan rasa haru pun terpancar dari salah satu wisudawati Muizzatul Ulya, yang mencapai hafalan 30 juz, “Terharu, dan ga nyangka bakal ada di posisi ini.
Karena waktu ngehafal selalu capek, tapi tetap usaha karena ada target yang harus dicapai, dan selama ini yang menjadi motivator saya adalah orang tua, saya ingin membanggakan mereka, karena dari keluarga masih belum ada penghafal Al-Qur’an,” ucapnya. Tak hanya itu, Ustadzah Zahra selaku pembimbing program tahfidz juga menyampaikan pesan untuk para santri.
Beliau berharap agar momentum ini bukan akhir dari perjuangan. “Semoga hafalannya lebih terjaga, agar lebih istiqomah. Karena wisuda ini bukanlah akhir tetapi awal untuk terus menjaga Al-Qur’an, dan semoga dengan adanya wisuda ini menjadi motivasi bagi yang lain untuk berlomba-lomba dalam kebaikan,” ucapnya. Dan acara akhirnya pun telah berjalan dengan khidmat serta sukses mencapai puncaknya.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi foto bersama antara wali santri dan wisudawan/i. Acara wisuda tahfidz ini melahirkan momen penuh haru sekaligus motivasi bagi seluruh santri. Dengan keberhasilan para peserta wisudawan/wisudawati, seperti capaian hafalan 30 juz, menjadi bukti nyata bahwa meski pesantren kita bukanlah pesantren yang fokus pada hafalan Al-Qur’an tetapi itu bukan suatu penghalang untuk melahirkan generasi penghafal Al-Qur’an yang istiqomah, dan berakhlak mulia.
by:Alun&Alia