Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami

Harlah Ke-33 Ummul Quro Al-Islami: Meneruskan Tradisi, Melanjutkan Prestasi

source : Spesial
Muharram selalu menjadi tanggal isitimewa di mana pada bulan ini banyak peristiwa yang memiliki makna penting bagi para nabi, dapat menghapus dosa setahun lalu dengan berpuasa Asyura, dilapangkannya rezeki bagi yang menafkahi keluarga, dan banyak keutamaan-keutamaan lainnya.
Tepat pada 1 Muharram 1414 Hijriah, pondok pesantren Ummul Quro Al-Islami ini berdiri. Alm. Pak Kyai berkata bahwa pondok ini di dirikan dengan do’a, hanya bermodal keyakinan dan tekad.

Sangat banyak perjuangan dan do’a yang selalu dipanjatkan dalam membangun pondok ini, mulai dari santri dan santriwati yang hanya berjumlah 20, dan sekarang sudah memiliki ribuan santri dan santriwati, dari asrama yang berdinding triplek dan beralas tanah sampai menjadi bangunan yang kokoh.

Dan hari ini, pada 1 Muharram 1448 Hijriah, Ummul Quro Al-Islami memperingati harlah yang ke-33. Harlah ini merupakan harlah pertama tanpa Pak Kyai, namun tidak mematikan tradisi para santri untuk tetap melaksanakan kegiatan yang selalu dilakukan saat memperingati harlah di setiap tahunnya.

Diawali dengan berziarah bersama, membacakan tahlil dan do’a serta mengkhatamkan Al-Qur’an, yang dilanjutkan dengan sambutan dari Dr.K.H Saiful Falah, M.Pd.I, lalu Ust. Arsyad serta Ust. Ni’mat Jauhari, S.Pd yang menceritakan sedikit sejarah berdirinya pondok ini, karna beliau berdua merupakan tokoh yang ikut dalam proses terbangunnya pondok pesantren.

Tema perayaan yang ke-33 ini adalah Meneruskan Tradisi, Melanjutkan Prestasi, Menyongsong Generasi Mendunia. Yang mana bermakna bahwa kita tidak melupakan sejarah, mempertahankan bahkan meningkatkan apa yang sudah kita raih, juga menyiapkan para penerus yang memiliki wawasan luas. Seperti yang disampaikan oleh Dr.K.H Saiful Falah, M.Pd.I “Bukan hanya menggunakan apa yang beliau wariskan, tapi memanfaatkan apa yang beliau wariskan untuk memajukan pesantren.”ucapnya. 

Harlah ini menjadi tanda bahwa bahkan setelah sepeninggalan Alm. Pak Kyai pun, pondok ini masih berdiri. Semangat masih terus menyala dan terwaris pada guru dan santri serta lainnya.

Perayaan hari ini mungkin terkesan tidak megah jika dibandingkan tahun sebelumnya. Perayaan yang sederhana bukan menjadi tanda hilangnya antusiasme, justru ini memberi tahu bahwa suatu memperingat perayaan tak harus berupa pesta dan kemewahan melainkan bagaimana kita menjaga perjuangan agar tidak pernah padam.

Teks oleh: NaIla dan DindaA