MISSI-Bogor (06/05/2026). Setelah pembukaan Language Festival kemarin, para santri antusias mengikuti beberapa rangkaian acara ini, salah satunya Language Booth yang berisi stand game yang di dalamnya terdapat masing-masing teknis untuk diikuti.
Salah satunya seperti permainan ball bottle, di mana santri harus melempar bola hingga mengenai botol untuk mendapatkan kertas yang berisi beberapa pertanyaan seputar kebahasaan. Melalui Language Booth ini, para santri dapat mengasah percaya diri untuk berbicara bahasa asing.
Tak hanya itu, beberapa anggota Pramuka yang baru saja menyelesaikan latihan pun turut bergabung memeriahkan kegiatan tersebut. Santri kelas satu yang mengikuti kegiatan tersebut mengungkapkan kegembiraannya. “Bagus banget kegiatannya, kita bisa bermain sambil belajar dan juga bisa dapat hadiah dari gamenya,” ujar santri kelas satu.
Tetapi di balik kemeriahan tersebut, ada beberapa kendala yang dialami oleh pengurus bagian Bahasa salah satunya keterbatasan jumlah pengurus bagian bahasa sehingga di butuhkan kerja sama antara pengurus bagian bahasa dan mentor Languange Community (LC). Selain itu juga banyak santri yang masih takut ikut bermain karna alasan tidak bisa berbahasa. “We’ve faced so many challenges, from the difficulty of borrowing materials to items we haven’t been able to purchase due to limited funding.
On top of that, there are only a few staff members in the language department, so we’ve had to ask other LC mentors for help. Not only that, but many students avoided our invitation to play the game, citing a fear of answering in the language. Yet our hope was that the language booth activity would help the students become more confident and comfortable speaking the language. We had even prepared easy questions for them, but they were still afraid they wouldn’t be able to answer in the language.” Ucap Naura dan Arumi selaku pengurus bagian bahasa.
Para pengurus bagian Bahasa berharap dengan adanya kegiatan ini para santri dapat menikmati semua rangkaian kegiatan Language Festival. “I hope all students enjoy this agenda, and hopefully this activity can help strengthen their self confidence in speaking,” harap mereka. Adanya Language Booth ini telah berhasil menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi para santri.
Walaupun tidak sedikit santri yang cemas untuk menjawab pertanyaan dengan bahasa, terlihat antusiasme para peserta yang hadir menjadi bukti bahwa konsep belajar disertai permainan adalah pilihan efektif untuk mengasah bahasa santri. Kegiatan ini berpotensi menjadi penggerak utama dalam meningkatkan literasi bahasa di lingkungan pesantren.
Teks Oleh: Alia dan Wike