BOGOR, MAJALAH MISSI — PORSENI Ummul Quro menghadirkan perlombaan PlayStation sebagai langkah awal dalam mengenalkan cabang E-Sport sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi di lingkungan pesantren.
Pada malam ketiga PORSENI, Rabu, 5 Agustus 2026, sesuatu yang cukup jarang dijumpai dalam lingkungan pesantren hadir di tengah rangkaian kegiatan PORSENI Ummul Quro. Bertempat di Basemen Ummul Quro Al-Islami, perlombaan PlayStation berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari para santri yang menyaksikan jalannya pertandingan.
Perlombaan tersebut diikuti oleh perwakilan dari masing-masing angkatan. Setiap angkatan mengirimkan dua peserta untuk bertanding. Sistem pengundian dilakukan pada setiap babak sehingga peserta dari satu angkatan berpeluang saling berhadapan dalam perebutan tiket menuju babak selanjutnya.
Pertandingan ini berhasil menarik perhatian tidak hanya dari kalangan santri, tetapi juga para asatidz yang turut menyaksikan hingga larut malam. Antusiasme tersebut menjadikan perlombaan PlayStation sebagai salah satu perlombaan dengan jumlah penonton terbanyak dan suasana paling meriah dalam rangkaian PORSENI kali ini.
Menurut penuturan Bro. Sahal selaku koordinator perlombaan, ide penyelenggaraan pertandingan ini terinspirasi dari Pesantren Darurrahman yang sebelumnya menggelar cabang E-Sport Mobile Legends. Gagasan tersebut kemudian dikembangkan melalui diskusi bersama angkatan yang telah dilakukan sebelumnya.
“Karena itu, pada PORSENI kali ini, kami menjadikannya sebagai permulaan dan terobosan pertama Pesantren Ummul Quro dalam bidang pemanfaatan teknologi di kehidupan santri,” ujar Bro. Sahal.
Panitia kemudian mengembangkan konsep tersebut secara kreatif sehingga perlombaan PlayStation dapat menjadi salah satu daya tarik baru dalam PORSENI tahun ini. Gagasan tersebut juga mendapat dukungan dari para pembimbing karena dinilai memberikan warna yang berbeda dibandingkan PORSENI pada tahun-tahun sebelumnya.
Meski demikian, pelaksanaannya tidak terlepas dari berbagai tantangan. Panitia menghadapi sejumlah kendala, mulai dari proses perizinan hingga persiapan prasarana yang akan digunakan. Namun, berbagai tantangan tersebut dapat dihadapi bersama hingga perlombaan akhirnya terlaksana.
Untuk pelaksanaan perdananya, perlombaan PlayStation mendapat respons positif dari berbagai kalangan yang menyaksikan. Bro. Farid Fadhillah turut memberikan tanggapannya mengenai pengalaman mengikuti PORSENI tahun ini.
“Pengalaman terbaik ane buat PORSENI, ada di PORSENI ane sendiri,” tuturnya.
Dimulainya pertandingan pertama menjadi awal dari kemeriahan yang terus berlangsung hingga malam hari. Dukungan penonton semakin terasa sepanjang pertandingan hingga akhirnya kompetisi memasuki babak final yang mempertemukan angkatan 29 dan angkatan 32.
Babak final tersebut ditunda sementara dan akan dilanjutkan pada Sabtu malam, 8 Agustus 2026. Pertandingan final dijadwalkan berlangsung bersamaan dengan pembagian hadiah dari berbagai perlombaan yang telah diselenggarakan dalam rangkaian PORSENI.
Hadirnya perlombaan PlayStation menjadi langkah awal PORSENI Ummul Quro dalam membuka ruang bagi kreativitas dan pemanfaatan teknologi di kalangan santri. Inovasi ini diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari pembaruan kegiatan PORSENI pada tahun-tahun berikutnya.
Teks oleh: Arshavin & Raditya





