Grand Closing PORSENI XXXII “The Catalyst” Resmi Ditutup dengan Kreativitas dan Terobosan Baru
BOGOR, MAJALAH MISSI — Malam puncak penutupan PORSENI XXXII berlangsung meriah dengan berbagai penampilan kreatif dan inovatif dari para santri. Beragam pertunjukan spektakuler tersaji di atas panggung pada Sabtu malam, 8 Agustus 2026, bertempat di Lapangan Utama Putra Ummul Quro Al-Islami.
Seluruh santri, jajaran asatidz, serta alumni turut hadir memeriahkan acara penutupan PORSENI XXXII yang dikemas berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
PORSENI merupakan agenda tahunan Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami yang menjadi wadah bagi para santri untuk mengembangkan kreativitas, bakat, dan berbagai keahlian yang mereka miliki. Kegiatan ini juga menjadi salah satu upaya untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, khususnya bagi para santri baru, setelah melewati rangkaian perlombaan yang kompetitif.
“Biar santri makin betah, meningkatkan skill sama kreativitas, biar gak gabut-gabut banget di pondok,” tutur Ja’far, selaku panitia PORSENI XXXII, dalam wawancaranya.”
Acara diawali dengan pengumuman juara umum PORSENI XXXII yang diraih oleh angkatan 30 putri dan angkatan 29 putra. Setelah itu, para hadirin disuguhkan drama singkat bertema kepemimpinan dan kemasyarakatan. Pertunjukan tersebut berhasil menarik perhatian seluruh hadirin yang menyaksikan alur cerita hingga selesai.
Suasana semakin meriah ketika MC membuka rangkaian acara, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Wakil Pimpinan Pesantren Ummul Quro, KH. Dr. Syamsul Rizal, Mz., S.H.I., M.Pd.I.
“Saya tidak menyangka, acara ini setara dengan tingkat nasional,” jelasnya dalam sambutan.
Beliau kemudian menyampaikan pesan kepada seluruh santri.
“Pertandingan boleh berhenti, tapi kreasi gak boleh berhenti,” lanjutnya.
Rangkaian acara selanjutnya dipenuhi berbagai penampilan dari santriwan dan santriwati Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami. Mulai dari hadroh kreasi putra, Jabbawockeez, tari payung putri, hingga fashion show turut ditampilkan untuk memeriahkan malam penutupan.
Salah satu penampilan yang paling menegangkan adalah aksi pencak silat. Ketegangan terlihat dari wajah para hadirin ketika menyaksikan aksi pemecahan benda yang dilakukan di depan panggung. Seluruh perhatian tertuju kepada dua orang yang melakukan aksi tersebut dengan penuh harap.
Aksi tersebut semakin menegangkan ketika rintik hujan mulai turun dan membasahi area acara. Meski demikian, para penampil tetap berusaha menyelesaikan aksinya hingga berhasil.
Kelanjutan acara sempat dikhawatirkan terganggu karena gerimis yang turun semakin deras. Namun, setelah doa bersama untuk memohon kelancaran acara, hujan berhenti tidak lama setelah penampilan pencak silat berakhir.
Rangkaian malam penutupan kemudian dilanjutkan dengan penampilan akustik dari band Metronomes. Mereka membawakan lagu “Sesi Potret”, “33x”, dan “Everything U Are” yang berhasil menghangatkan suasana malam. Para santri turut bernyanyi bersama hingga menjelang akhir acara.
Dengan selesainya seluruh rangkaian PORSENI XXXII, berbagai tujuan kegiatan diharapkan dapat tercapai, terutama dalam memberikan ruang bagi para santri untuk mengembangkan kreativitas, bakat, dan kepercayaan diri.
Hal tersebut juga dirasakan oleh Abdu, salah seorang santri baru. Menurutnya, PORSENI menjadi kegiatan yang membuat masa awalnya di pondok terasa lebih menyenangkan.
“Seneng bisa ikut lomba, seru juga gak gabut,” tuturnya setelah para santri membubarkan diri menuju kamar masing-masing.
Grand Closing PORSENI XXXII akhirnya menjadi penutup dari seluruh rangkaian kompetisi sekaligus meninggalkan berbagai pengalaman dan kenangan bagi para santri. Lebih dari sekadar perlombaan, PORSENI menjadi ruang bagi para santri untuk berkarya, berkompetisi, dan menunjukkan potensi yang mereka miliki.
Teks oleh: Arshavin & Axel





