BOGOR, MAJALAH MISSI — Suasana PORSENI XXXII semakin terasa pada malam terakhir rangkaian perlombaan. Lomba akustik yang digelar pada Kamis malam, 6 Agustus 2026, di Basemen Ummul Quro Al-Islami, menjadi penutup rangkaian perlombaan sebelum memasuki agenda pembagian hadiah dan seremonial penutupan.
Malam keempat tersebut diisi dengan penampilan spektakuler dari perwakilan setiap angkatan. Para peserta terpilih tampil membawakan musik akustik di hadapan para santri putra yang menyaksikan dengan penuh antusias. Riuh dukungan dan yel-yel dari para penonton turut menghidupkan suasana sepanjang perlombaan.
Lomba akustik merupakan salah satu cabang yang rutin hadir dalam PORSENI Ummul Quro dan selalu dinantikan oleh para santri. Selain menjadi ajang unjuk bakat, perlombaan ini menjadi kesempatan bagi para santri untuk bernyanyi bersama dan menciptakan kenangan pada penghujung rangkaian perlombaan PORSENI XXXII di Basemen Ummul Quro Al-Islami.
Penampilan pertama dibawakan oleh angkatan 30. Suasana yang semula riuh perlahan berubah ketika Keyis mulai melantunkan lagu yang dibawakannya. Suaranya berhasil menarik perhatian para penonton dan mengajak ratusan santri untuk bernyanyi bersama.
Salah satu lagu yang dibawakan adalah “Sesi Potret”. Lantunan lagu tersebut menghadirkan suasana yang lebih emosional. Riuh penonton perlahan berubah menjadi momen reflektif ketika para santri menyanyikannya bersama.
“Malam tetap sunyi, tetapi kamu tetap di hati,” tutur Tahsin setelah mendengarkan lagu “Sesi Potret”.
Penampilan kemudian dilanjutkan oleh perwakilan dari angkatan lainnya yang tidak kalah menarik. Di sela-sela perlombaan, Ust. Darian turut memberikan nasihat dan motivasi mengenai seni serta bermusik kepada para santri.
Tidak hanya memberikan nasihat, Ust. Darian juga tampil bersama timnya dengan membawakan lagu “Si Udin” karya Wali Band. Penampilan tersebut berhasil mengundang tawa dan keceriaan para santri.
“Bermusik jangan ngasal, karena di situ pasti ada seninya,” tutur beliau di atas panggung.
Kejutan juga datang dari kelas 1. Salah satu santri, Fahri Putra dari kelas 1E, tampil dengan sederhana dan tanpa persiapan seperti peserta lainnya. Bermodalkan suara merdu dan kepercayaan diri, ia berhasil menarik perhatian para santri kelas atas.
Fahri yang sebenarnya gemar bernyanyi mengaku tidak berniat untuk tampil. Namun, setelah didorong oleh teman-temannya dan dibawa ke depan oleh Ust. Fatih, ia akhirnya memberanikan diri untuk bernyanyi. Ia membawakan lagu “Selamat Tinggal” dan mendapat respons positif dari para penonton.
Penampilan tersebut menjadi salah satu momen menarik pada malam terakhir perlombaan. Kehadiran talenta dari kelas 1 turut menunjukkan bahwa potensi seni dan musik di lingkungan Ummul Quro dapat muncul dari berbagai kalangan santri.
Tibalah penghujung acara sekaligus berakhirnya rangkaian perlombaan PORSENI XXXII. Setelah seluruh perlombaan selesai, rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan pembagian hadiah pada Jumat, 7 Agustus 2026, serta seremonial penutupan PORSENI pada Sabtu malam, 8 Agustus 2026.
Teks oleh: Arshavin & Raditya





