Skip to main content

Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami

Kelas Organisasi bagi Calon Pengurus Angkatan 29 Berjalan Padat dengan Beragam Kegiatan

BOGOR, MAJALAH MISSI — Rangkaian kegiatan Pergarus berupa kelas organisasi bagi calon pengurus angkatan ke-29 berlangsung padat pada Selasa, 11 Agustus 2026. Kegiatan dimulai sejak pagi hingga sore hari di Gedung Serba Guna Putri dan dilanjutkan pada malam hari dengan bimbingan sekretariat bagi santri putra di Basemen Masjid Ummul Quro Al-Islami.

Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh santri kelas 5 sebagai calon pengurus serta sebagian panitia Pergarus putra dan putri. Padatnya agenda membuat aktivitas para peserta berlangsung intensif sepanjang hari.

Kelas organisasi ini bertujuan memberikan pembekalan kepada calon pengurus dalam menjalankan amanah keorganisasian yang akan mereka emban ke depannya. Materi yang diberikan meliputi kepemimpinan, problem solving, serta edukasi mengenai bahaya kekerasan fisik dan NAPZA.

Padatnya rangkaian kegiatan tersebut juga menjadi salah satu bentuk pengganti materi Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) yang pada tahun ini ditiadakan.

Kelas Organisasi bagi Calon Pengurus Angkatan 29 Berjalan Padat dengan Beragam Kegiatan

Kegiatan dimulai pada pukul 06.30 WIB setelah pengulangan kosakata yang merupakan salah satu kegiatan harian bagian bahasa. Acara diawali dengan seremonial pembukaan oleh MC, kemudian dilanjutkan dengan kelas kepemimpinan yang disampaikan oleh KH. Syamsul Rizal Mz., S.H.I., M.Pd.I.

Dalam materinya, beliau membahas pentingnya memahami peran sebagai pemimpin maupun anggota organisasi. Menurutnya, sebuah organisasi membutuhkan kerja sama antara pemimpin dan anggota untuk mencapai tujuan bersama.

“Gak bisa kalau semuanya mimpin, tapi juga harus ada anggota yang bekerja sama agar mencapai tujuan,” ujarnya saat memberikan materi.

Setelah sesi kepemimpinan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan kelas problem solving. Materi tersebut membahas pengertian dan cara mengelola serta mengontrol emosi. Para calon pengurus juga diajak memahami pentingnya mengelola emosi yang tinggi agar dapat disalurkan ke dalam situasi yang lebih positif dan konstruktif.

Materi tersebut disampaikan oleh Usth. Siti Mayasari Kholkiyah, S.Psi. Sesi kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab yang berlangsung cukup aktif dan kritis dari para santri.

Setelah salat Zuhur dan makan siang, kegiatan kembali dilanjutkan dengan materi mengenai bahaya kekerasan fisik dan NAPZA. Materi tersebut disampaikan oleh Aipda Kartika Heryanto dan Bripka Panji Sigih dari Polsek Leuwiliang.

Pembahasan mengenai kekerasan fisik, perundungan, serta penyalahgunaan NAPZA menjadi salah satu materi penting dalam pembekalan calon pengurus. Pada akhir sesi, setiap santri menandatangani sebuah piagam sebagai bentuk komitmen untuk menjalankan kepengurusan dengan menjunjung kedisiplinan dan menjauhi kekerasan maupun perundungan.

“Sebagai bukti, dengan adanya tanda tangan tersebut dapat menjaga komitmen dalam kepengurusan yang akan mereka emban,” tutur Ust. Nazril kepada redaksi.

Ia juga berharap piagam tersebut dapat menjadi pengingat bagi para calon pengurus untuk tetap menjaga komitmen selama menjalankan amanah kepengurusan.

Rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga sore tersebut kemudian ditutup dengan bimbingan sekretariat bagi calon pengurus putra di Basemen Masjid Ummul Quro Al-Islami. Kegiatan dilanjutkan dengan beberapa nasihat dari Ust. Dian Firmansyah, khususnya mengenai pentingnya kedisiplinan dalam menjalankan tugas sebagai calon pengurus.

Padatnya kelas organisasi ini menjadi bagian dari proses pembekalan calon pengurus angkatan ke-29 sebelum mereka menjalankan amanah keorganisasian. Melalui berbagai materi yang diberikan, para calon pengurus diharapkan memiliki bekal kepemimpinan, kemampuan menyelesaikan masalah, serta kesadaran untuk menjalankan organisasi dengan disiplin dan bertanggung jawab.

Teks oleh: Arshavin

Bagikan Berita: