Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami

FESTIVAL PENUTUPAN MASA TA’ARUF SANTRI 2026 MENUTUP PERJALANAN ORIENTASI DENGAN PENUH MAKNA

source : Spesial
BOGOR, Majalah MISSI – Kemeriahan luar biasa mewarnai Festival Penutupan Masa Ta’aruf Santri 2026 yang digelar di Gedung Serba Guna (GSG) pada 17 Juli 2026. Acara yang dihadiri oleh ratusan santriwan dan santriwati baru ini menandai berakhirnya masa orientasi mereka terhadap lingkungan pesantren yang baru bagi mereka dan sekaligus dimulainya perjalanan akademik yang disertai dengan semangat baru. 
 
Acara berlangsung dengan meriah dan riuh. Suara tepuk tangan dan sorakan memenuhi gedung serba guna yang menggema. Acara ini dimulai dengan lantunan shalawat serta sambutan dari Kepala Sekolah Madrasah Aliyah, yakni Ustadzah Dede Iik Mudrikah, S.Pd. yang menuturkan perihal tiga nasihat, yakni: Menjadikan UQI sebagai rumah yang sangat aman dan nyaman, serta melakukan segala sesuatu dengan meniatkan kepada Allah, bersabar akan disiplin dan menjadi orang yang bertanggung jawab secara pribadi maupun kelompok.
 
Bukan hanya itu, beliau juga menyampaikan bahwa para santri baru ini harus membangkitkan potensi diri, baik akademik maupun non-akademik, karena itu dapat membuktikan bahwa seseorang anak yang dapat membangkitkan potensi diri adalah anak yang juara. Setelah sambutan yang memotivasi diri itu terdengar, acara dilanjutkan pada penampilan bergantian antara putra maupun putri. 
 
Putra menampilkan beberapa hal seperti nasyid, puisi berantai bertemakan “Dilema Santri”, serta dance. Adapun penampilan putri seperti pidato bahasa Indonesia serta Arab, tari tradisional yang ditampilkan oleh 2 tim, kemudian penampilan terakhir yakni Sing a Song. 
 
Segala penampilan telah dibawakan disertai antusiasme, sorakan dan tepuk tangan yang membuat suasana lebih meriah dan menarik untuk mengarahkan acara yang akhirnya berujung pada pembagian juara pada perlombaan Photo Booth dan Mars UQI. Suasana tegang menyelimuti seluruh santri. Harapan akan kemenangan menjadi hal yang terbesit dalam pikiran. Kini satu per satu kamar disebut oleh moderator, yakni kamar-kamar yang menjadi pemenang akan kedua lomba tersebut. 
 
Sekumpulan orang yang berjuang bersama dalam lomba dan menggapai kemenangan atas nama kamar yang menjadi saksi akan tempat menetap mereka di pondok. Begitulah penutupan pada Masa Ta’aruf Santri yang telah berlangsung 4 hari lamanya. Harapan pada mereka yang baru menginjak perjalanan baru salah satunya ialah semoga menjadi seseorang yang bertahan dan dapat mengenal lingkungan pesantren lebih baik. 
 
Teks: Fathiah dan Naila

Galeri Singkat Pesantren: