Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami

Wisuda Angkatan XXVII ASHAABUL YAMIIN

source : Spesial

Bogor, Majalah MISSI – Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami menggelar wisuda angkatan XXVII Ashaabul Yamiin pada Sabtu (17/05/26) di area basement. Acara ini menjadi prosesi pelepasan resmi bagi calon alumni setelah menyelesaikan masa pendidikan di pesantren. Kegiatan tersebut dihadirioleh Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia ke-13 KH. Ma’ruf Amin, jajaran pimpinan pondok, dewan guru, tokoh masyarakat, serta wali santri kelas 6 Aliyah. Sebanyak 400 wisudawan dan wisudawati mengikuti prosesi wisuda, terdiri dari 186 santri putra dan 214 santri putri. Selain prosesi kelulusan, panitia juga mengumumkan sejumlah pencapaian akademik santri, mulai dari penerimaan di berbagai perguruan tinggi negeri melalui jalur SNBP dan mandiri, hingga 20 santri yang dijadwalkan mengikuti tes masuk Universitas Al-Azhar, Kairo. Wisuda ini menjadi simbol berakhirnya masa pendidikan santri sekaligus pengembalian tanggung jawab kepada orang tua. Pihak pesantren berharap para lulusan dapat terus membawa nilai-nilai pesantren dan berkontribusi bagi agama, bangsa, serta negara. Perwakilan santriwati Angkatan XXVII dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terimakasih kepada seluruh guru atas bimbingan selama enam tahun. Ia juga menegaskan bahwa kebersamaan menjadi hal penting dalam perjalanan angkatan mereka. Perwakilan walisantri, Bambang Widodo selaku wali dari Rafi Albansyah, turut menyampaikan apresiasi kepada para guru yang telah mendidik anak-anak mereka selama dipesantren. “Semoga ilmu dan nasihat yang telah disampaikan menjadi amal jariyah bagi para guru,” ujarnya. Dalam agenda Khutbatul Wada’, Pimpinan Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami KH. Dr. Saiful Falah, M.Pd.I. menyampaikan teladan kehidupan Muassis PMUQI KH. Helmy AbdulMubin, Lc., yang senantiasa mengamalkan nilai silaturahmi, kepedulian dan pemaaf dalam kehidupan sehari-hari. Pada kesempatan yang sama, KH. Ma’ruf Amin memberikan pesan kepada para wisudawan mengenai peran penting pesantren dalam mencetak generasi penerus ulama. “Pesantren merupakan pabrik kyai, yang dinilai penting dalam melahirkan tokoh yang melanjutkan perjalanan Rasulullah,” ucapnya. Beliau jugamenambahkan bahwa santri masa kini menghadapi tantangan yang semakin besar, sehingga harus memiliki tiga bekal utama, yaitu unggul dalam ilmu, mampu memahami perkembangan zaman, serta memiliki ketangguhan dalam menghadapi perubahan. Sebelum prosesi pembagian ijazah, seluruh wisudawan dan wisudawati mengucapkan ikrar alumni sebagai bentuk komitmen menjalani kehidupan sesuai syariat Islam. Selanjutnya, nama wisudawan dipanggil satu per satu untuk menerima ijazah. Pesantren juga memberikan penghargaan kepada santri berprestasi, termasuk peraih predikat Mumtaz dan santri dengan nilai tertinggi. Khusus peraih nilai tertinggi, pihak pesantren memberikan beasiswa pendidikan sebesar Rp25 juta. Acara ditutup dengan doa oleh perwakilan jajaran masyayikh. Wisuda Angkatan XXVII Ashaabul Yamiin pun resmi berakhir dengan harapan agar para alumni mampu menjadi generasi yang bermanfaat dan menjaga nama baik pondok. Teks Oleh: Akbar Ahlal dan AfzalIlhan