Kontributor
Bogor, Majalah MISSI – Basement Masjid Ummul Quro Al-Islami kembali dimeriahkan oleh semarak audiens dengan penutupan rangkaian kegiatan Lafest, The Grand Closing of Language Festival and Language Exhibition, pada Sabtu malam (09/05/2026). Perayaan ini turut dihadiri oleh jajaran Dewan Asatidz, dan tentunya seluruh santri dan santriwati ikut meramaikan perayaan tahunan ini. Setelah berlalunya beberapa rangkaian kegiatan Language Festival yang berlangsung selama sepekan ini, tibalah saatnya untuk merayakannya. Acara ini disambut baik oleh pembimbing Bagian Bahasa, Ust. Andika Jordan, Lc. “Alhamdulillah, kegiatan Language Festival ini dapat berjalan dengan baik.” Selanjutnya, acara dimeriahkan dengan berbagai penampilan seru dan menarik dari santri dan santriwati, mulai dari penampilan drama musikal, oral speaking, dan poems dari para santri putra dan putri berbakat, yang membuat suasana kegiatan ini semakin menarik. Antusias para audiens semakin terlihat, sorak-sorai memenuhi tempat perayaan, menandakan acara ini sangat menyenangkan. Pada malam perayaan ini juga turut diberikan apresiasi kepada pemenang berbagai kompetisi dari rangkaian kegiatan Language Festival, seperti Lomba Invocation Request, Language Proficiency Test, News Anchor, dan Language on Vacation. Harapan bagi para pemenang adalah untuk selalu semangat dalam belajar dan mendalami bahasa asing. Tak luput juga, pada malam ini diumumkan dan dilantik penerus Language Ambassador. “Alhamdulillah, ane seneng banget ketika nama ane disebut sebagai pemenang Language Ambassador ini. Setelah semua yang sudah ane lakuin selama ane ikut seleksi, ane puas,” ujar Reza Langit, santri pemenang Language Ambassador tahun ini. Di balik meriah dan suksesnya rangkaian kegiatan Language Festival, tentunya ada usaha hebat dari para panitia kegiatan ini. “Setelah dilalui berbagai diskusi panjang bersama pembimbing, kita pun menemukan tema yang berbeda daripada tema-tema sebelumnya,” tutur Daffa Fakhriy, selaku ketua panitia kegiatan Language Festival tahun ini. Tentunya, ada harapan besar dari pesantren terkait diberlangsungkannya kegiatan ini, terutama terkait kesadaran berbahasa bagi santri. “Harapannya membangun awareness para santri akan pentingnya bahasa, membuktikan bahwa bahasa dapat dipelajari dengan seru dan menarik, lalu dapat memotivasi santri untuk lebih semangat lagi dalam belajar dan mempraktikkan bahasa,” tutur Ust. Muhammad Rizky Waluya, S.Sos, M.Comm.