Kontributor
Bogor, Majalah MISSI – Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami kembali membuka rangkaian kegiatan Language Festival and Language Exhibition melalui acara grand opening yang berlangsung meriah di Basement masjid pada Selasa (05/05/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh santri dan santriwati, para asatidz, serta Ketua Majelis Pengasuhan Santri yang turut meresmikan acara. Grand opening tahun ini juga menghadirkan tamu undangan spesial, yaitu Ust. Muhammad Rizky Waluya, S.Sos., M.Comm., sebagai narasumber utama yang turut memeriahkan pembukaan festival tahunan tersebut. Grand opening Language Festival menjadi penanda dimulainya berbagai rangkaian kegiatan yang berfokus pada pengembangan kemampuan bahasa, kreativitas, serta bahasa sebagai representasi budaya. Pada tahun ini, Language Festival mengusung tema “Your Words, Your Power” yang membawa semangat baru dibandingkan pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya. Tema tersebut dipilih sebagai dorongan bagi para santri untuk lebih aktif mengembangkan keterampilan berbahasa, meningkatkan rasa percaya diri dalam berkomunikasi, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan di era global. Acara pembukaan diawali dengan sambutan dari Ketua Panitia Language Festival, Ust. Muhammad Aulia Rahman. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa “Language Festival is not only about showing who is the best, but also a place for us to grow together.” Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Language Festival bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang pembelajaran bersama bagi seluruh santri untuk mengasah potensi, memperluas wawasan, dan menumbuhkan semangat berbahasa. Setelah sambutan ketua panitia, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Majelis Pengasuhan Santri, Ust. Dian Firmansyah, S.Si., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas kerja keras panitia dalam mempersiapkan acara serta harapan agar Language Festival mampu menjadi program yang memberikan dampak positif bagi perkembangan kemampuan bahasa santri. Beliau juga menekankan pentingnya bahasa sebagai bekal utama dalam menghadapi perkembangan zaman, baik dalam konteks akademik maupun kehidupan sosial. Prosesi grand opening kemudian dilanjutkan dengan seremoni gunting pita sebagai simbol pembukaan resmi rangkaian Language Festival and Language Exhibition. Momen tersebut berlangsung dengan penuh antusiasme dan disambut sorak semangat dari para santri yang telah memenuhi area kegiatan sejak awal acara. Seremoni ini menjadi simbol dimulainya berbagai agenda kebahasaan yang telah dinantikan oleh seluruh peserta. Suasana acara semakin hidup saat sesi seminar dimulai bersama Ust. Muhammad Rizky Waluya, S.Sos., M.Comm. Dalam penyampaian materinya, beliau mengajak para santri untuk mengubah cara pandang terhadap bahasa. Menurut beliau, bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga menjadi bagian dari identitas seseorang. “Bahasa bukan hanya komunikasi, tapi identitas,” ujar beliau di hadapan peserta seminar. Materi yang disampaikan mendorong para santri untuk lebih memahami pentingnya penguasaan bahasa sebagai sarana membangun karakter, membuka peluang, dan memperluas relasi di masa depan. Setelah grand opening, Language Festival akan menghadirkan berbagai kompetisi dan agenda menarik, seperti Language Ambassador, Language Proficiency Test, Language Expo, dan Amazing Language Show, serta beberapa kegiatan lainnya yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan bahasa para peserta. Melalui rangkaian kegiatan ini, panitia berharap seluruh santri dan santriwati dapat menyalurkan bakat, memperluas koneksi, serta memperkuat kemampuan komunikasi lintas budaya. Language Festival diharapkan tidak hanya menjadi acara tahunan, tetapi juga wadah pembentukan generasi santri yang unggul dalam kemampuan bahasa dan siap bersaing di tingkat global. Oleh: Aysardan Darr