BOGOR, MAJALAH MISSI — Di tengah hujan deras yang mengguyur Kota Bogor, Biro Pendidikan Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami menggelar Workshop Ibadah Amaliyah pada Rabu (7/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serbaguna Kompleks Putri ini diikuti oleh santriwati kelas 1 dan kelas 4PK.
Acara diawali dengan lantunan selawat yang dibawakan oleh santriwati kelas 5 Putri Maesaroh. Suasana tersebut mengawali kegiatan yang berfokus pada penguatan pemahaman santriwati mengenai tata cara berwudu sesuai syariat Islam.
Dalam pemaparannya, Ustaz Fajrur Rahman menjelaskan tata cara berwudu beserta sunah-sunah yang dianjurkan. Ia menerangkan bahwa secara bahasa, kata wudu berasal dari bahasa Arab al-wadha’ah, yang bermakna kebersihan, kebaikan, atau keindahan. Adapun secara istilah syariat, wudu merupakan ibadah bersuci menggunakan air suci pada anggota tubuh tertentu dengan tata cara dan ketentuan yang telah ditetapkan.
Ustaz Fajrur Rahman juga menekankan pentingnya memastikan seluruh anggota tubuh yang wajib dibasuh terkena air secara merata. Ketelitian dalam berwudu menjadi perhatian penting karena wudu merupakan salah satu syarat sah salat bagi orang yang diwajibkan bersuci dari hadas kecil.
Untuk memperkuat penjelasannya, ia mengutip hadis Nabi Muhammad saw. yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Imam Muslim:
“Wailul lil a‘qābi minan nār.”
Artinya, “Celakalah tumit-tumit (yang tidak terkena air) karena ancaman api neraka.”
Hadis tersebut menjadi pengingat tentang pentingnya membasuh anggota tubuh secara sempurna ketika berwudu, termasuk bagian tumit yang terkadang luput dari basuhan air.
Menjelang akhir kegiatan, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab selama kurang lebih 15 menit. Para santriwati menunjukkan antusiasme dengan menyimak penjelasan dan menggali pemahaman lebih lanjut mengenai tata cara berwudu. Setelah sesi tersebut selesai, acara ditutup oleh pembawa acara (MC).
Melalui workshop ini, Biro Pendidikan dan pemateri berharap para santriwati kelas 1 dan kelas 4PK semakin memahami ketentuan wudu, baik yang wajib maupun yang sunah. Pemahaman tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga santriwati mampu melaksanakan wudu dengan benar dan menjaga keabsahan ibadah salat mereka.





