Ahmad Thursina Roja
Kontributor
Bogor, Majalah Missi – Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, santriwati Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami (PMUQI) kembali menggelar tradisi Tarhib Ramadhan pada Sabtu (22/02/2025). Acara ini merupakan kegiatan tahunan yang telah menjadi bagian dari budaya pesantren dalam menyambut bulan penuh keberkahan.
Dalam tausiyahnya tersebut, Ustadz Fajrurahman menekankan bahwa Ramadhan adalah sayyidul syuhur—bulan paling istimewa dibanding bulan lainnya. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk menyambutnya dengan sebaik-baiknya.
Beliau juga membagikan beberapa tips dalam menyambut bulan suci ini, mengacu pada sabda Nabi Muhammad SAW:
Rajab sebagai Syahrul Istighfar – Perbanyak istighfar dan bacaan “Rabbighfir li, warhamni, wa tub ‘alayya”.
Sya’ban sebagai Syahrus Shalawat – Memperbanyak shalawat kepada Rasulullah SAW.
Lima belas hari menjelang Ramadhan – Memperbanyak meminta maaf, membaca doa, dan memohon ampunan kepada Allah SWT.
Selain itu, beliau mengingatkan pentingnya membayar hutang puasa sebelum Ramadhan. Namun, jika belum sempat, lebih utama untuk mengqadha puasa di bulan Syawal agar mendapatkan dua pahala sekaligus—yakni pahala qadha puasa wajib dan puasa sunnah enam hari di bulan Syawal.
Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Fajrurahman juga mengutip sebuah riwayat dari Sayyidah Aisyah RA, yang melihat Rasulullah SAW semakin meningkatkan ibadahnya di bulan Ramadhan.
“Di bulan puasa, perbanyaklah membaca Al-Qur’an, karena Rasulullah SAW bahkan mengikat pinggangnya lebih kuat sebagai tanda kesungguhannya dalam ibadah dan i’tikaf,” tutupnya.
Berita Terkini:
-
Apel Pembukaan Asesmen Sumatif Akhir Tahun dan Ujian Pesantren Tahun ajaran 2025-2026. -
Harlah Ke-33 Ummul Quro Al-Islami: Meneruskan Tradisi, Melanjutkan Prestasi -
KMI Camp; Belajar Nilai-Nilai Kehidupan di Alam Terbuka -
Penutupan Simposium Bahasa Arab Kelas 1 & 1PK Unjuk Kemampuan Berbahasa -
Fasilitasi Penyaluran Hewan Kurban: 19 Sapi dan 18 ekor Kambing Disembelih di PM UQI -
Puasa Arafah menjadi kewajiban santri Ummul Quro Al-Islami sebagai bentuk pengamalan sunnah-sunnah -
Hangatnya Idul Adha di Pondok, dari Salat Berjamaah hingga Makan Kebuli Bersama