Laporan Pertanggungjawaban Panitia PERGARUS Jadi Wadah Pembelajaran Organisasi bagi Santri Kelas 4
BOGOR, MAJALAH MISSI — Laporan pertanggungjawaban panitia Pergantian Pengurus (PERGARUS) menjadi salah satu agenda pembelajaran organisasi bagi santri kelas 4 putra angkatan ke-30 Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami. Kegiatan tersebut berlangsung di Basement Masjid Ummul Quro Putra pada Sabtu malam, 19 September 2026 atau 7 Rabiul Akhir 1448 H.
Kegiatan diikuti oleh seluruh panitia PERGARUS kelas 4 Aliyah angkatan ke-30, para pembimbing kegiatan PERGARUS, serta perwakilan Majelis Pengasuhan Santri (MPS). Agenda ini menjadi bagian dari proses evaluasi sekaligus pembelajaran bagi para santri sebelum mereka menjalankan tanggung jawab organisasi di masa mendatang.
Ust. Kurnia Rozak selaku perwakilan Majelis Pengasuhan Santri menjelaskan bahwa laporan pertanggungjawaban tersebut bertujuan untuk membantu panitia mengevaluasi berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan. Menurutnya, evaluasi tersebut penting agar para santri dapat mengetahui hal-hal yang telah diselesaikan maupun yang masih perlu diperbaiki.
“Biar kalian tahu apa aja sih yang udah dilakukan? Apa aja sih yang enggak diselesaikan? Buat persiapan jadi pengurus nanti,” ujarnya kepada para panitia.
Selain sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pelaksanaan kegiatan, agenda tersebut juga menjadi bagian dari pembelajaran keorganisasian yang dilaksanakan setiap tahun. Melalui proses tersebut, para santri diharapkan memiliki pengalaman dalam menyusun laporan, melakukan evaluasi, mengambil keputusan, serta memahami tanggung jawab dalam sebuah organisasi.
Pembacaan dan Pengesahan Laporan Pertanggungjawaban
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan laporan pertanggungjawaban yang disampaikan oleh Muhammad Rafiarsa selaku Wakil Ketua PERGARUS. Laporan dibacakan secara keseluruhan di hadapan para peserta yang kemudian dilanjutkan dengan proses pembahasan dan pengambilan keputusan.
Proses pengesahan berlangsung dengan suasana tertib dan mengedepankan musyawarah untuk mencapai mufakat. Beberapa poin dalam laporan juga mendapatkan catatan untuk dilakukan revisi sebelum akhirnya laporan tersebut disahkan.
Setelah pembacaan laporan, panitia PERGARUS memberikan kenang-kenangan kepada Majelis Pengasuhan Santri serta koordinator dan pembimbing PERGARUS tahun 2026 sebagai bentuk apresiasi atas pendampingan selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Penghargaan juga diberikan kepada sejumlah panitia yang dinilai memiliki kontribusi selama pelaksanaan kegiatan. Daniswara mendapatkan penghargaan sebagai Panitia Terbaik, Yahya sebagai Panitia Teraktif, sementara Bagian Peralatan memperoleh penghargaan sebagai bagian terbaik.
Evaluasi Jadi Bekal Menjadi Pengurus
Sebelum proses pengesahan laporan, Ust. Kurnia Rozak memberikan nasihat dan evaluasi mengenai pelaksanaan organisasi PERGARUS. Evaluasi tersebut menjadi kesempatan bagi para panitia untuk melihat kembali pengalaman yang telah mereka lalui selama menjalankan amanah kepanitiaan.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi para santri ketika nantinya mendapatkan amanah sebagai pengurus. Mereka tidak hanya belajar mengenai teknis menjalankan sebuah kegiatan, tetapi juga memahami pentingnya tanggung jawab, koordinasi, evaluasi, serta kemampuan memperbaiki kekurangan dalam organisasi.
Laporan pertanggungjawaban kemudian disahkan dengan beberapa catatan revisi pada poin-poin tertentu. Dengan demikian, proses pertanggungjawaban tidak hanya menjadi formalitas setelah kegiatan selesai, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembelajaran organisasi.
“Kami ucapkan terima kasih kepada angkatan ke-30 karena sudah capek dari awal hingga akhir kegiatan ini,” ungkap Ust. Kurnia Rozak di akhir penyampaiannya.
Ditutup dengan Apresiasi dan Kebersamaan
Setelah seluruh rangkaian laporan dan evaluasi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian kenang-kenangan serta penghargaan kepada pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan PERGARUS.
Suasana kemudian berubah menjadi lebih hangat melalui penayangan video behind the scenes (BTS) perjalanan kegiatan PERGARUS. Agenda ditutup dengan penampilan band akustik angkatan ke-30 yang mendapat antusiasme dari para peserta dan membuat suasana semakin meriah.
Melalui laporan pertanggungjawaban ini, santri kelas 4 angkatan ke-30 tidak hanya menyelesaikan tanggung jawab kepanitiaan, tetapi juga mendapatkan pengalaman nyata dalam mengelola organisasi. Evaluasi terhadap keberhasilan dan kekurangan selama kegiatan diharapkan menjadi bekal bagi mereka untuk menjalankan amanah kepengurusan dengan lebih baik di masa mendatang.
Dengan demikian, PERGARUS menjadi salah satu ruang bagi santri untuk belajar bertanggung jawab, bekerja sama, bermusyawarah, mengevaluasi kinerja, serta mempersiapkan diri menghadapi amanah organisasi berikutnya.





