BOGOR, MAJALAH MISSI — Pondok Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami (PMUQI) mengadakan kegiatan bimbingan perguruan tinggi bagi santri kelas 6 Madrasah Aliyah (Mu’allim) pada Senin malam (26/10/2026). Bertempat di basement Masjid Jami’ Ummul Quro Al-Islami, kegiatan yang diselenggarakan oleh pihak Madrasah Aliyah ini bertujuan mempersiapkan santri untuk melanjutkan pendidikan setelah menyelesaikan masa belajar di pesantren.
Bimbingan ini dirancang untuk membantu para Mu’allim mengenali pilihan perguruan tinggi, memahami proses seleksi, serta membangun motivasi dalam meraih cita-cita pendidikan. Melalui kegiatan tersebut, santri diharapkan memiliki gambaran dan persiapan yang lebih matang sebelum memasuki jenjang perkuliahan.
Acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan pembacaan selawat dan sambutan dari Ustaz Wildan Muhammad yang memberikan motivasi kepada para Mu’allim. Kegiatan kemudian berlanjut dengan penyampaian materi oleh Ustaz Raihan Al Bakhri dan ditutup dengan penayangan video sejumlah perguruan tinggi ternama di Indonesia.
Dalam penyampaian materi, Ustaz Raihan menjelaskan berbagai jalur masuk perguruan tinggi negeri maupun swasta. Ia juga memperkenalkan jalur seleksi perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN), termasuk SPAN-PTKIN, UM-PTKIN, dan jalur mandiri. Selain itu, para santri mendapatkan penjelasan mengenai perbedaan seleksi berbasis prestasi dan seleksi berbasis tes.
Tidak hanya membahas perguruan tinggi, materi juga mencakup informasi mengenai sekolah kedinasan. Ustaz Raihan menjelaskan bahwa sekolah kedinasan merupakan lembaga pendidikan tinggi yang berada di bawah naungan kementerian atau lembaga pemerintah tertentu. Informasi ini diharapkan dapat memperluas wawasan santri mengenai pilihan pendidikan setelah lulus dari pesantren.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan para santri agar menentukan pilihan pendidikan berdasarkan minat dan keinginan pribadi, bukan sekadar mengikuti teman.
“Kalian harus kuliah dengan keinginan kalian sendiri, jangan sampai kalian mengikuti teman kalian karena FOMO,” tutur Ustaz Raihan kepada para Mu’allim.
Selain jalur seleksi, para santri juga diperkenalkan dengan berbagai program beasiswa, salah satunya Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB). Materi ini memberikan gambaran mengenai peluang pembiayaan pendidikan yang dapat dimanfaatkan santri untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi.
Pada sesi terakhir, para peserta menyaksikan video pengenalan sejumlah perguruan tinggi ternama di Indonesia, seperti Universitas Indonesia (UI), Universitas Airlangga (UNAIR), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Institut Pertanian Bogor (IPB). Penayangan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran lingkungan kampus sekaligus meningkatkan motivasi santri untuk melanjutkan pendidikan.
Salah seorang Mu’allim menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan gambaran dan informasi yang bermanfaat mengenai persiapan memasuki perguruan tinggi.
“Menurut ana, dengan adanya program bimbingan kuliah ini, mempermudah dan mempersiapkan kami melewati tes masuk perguruan tinggi, memberi kami gambaran kuliah seperti apa, institusi yang beragam, mempermudah kami untuk studi selanjutnya, mempersiapkan studi tingkat lanjut sehingga membangun komunikasi antarpelajar kelas akhir dan jajaran guru untuk meraih informasi-informasi mengenai kampus impian,” ujarnya.
Ustaz Raihan berharap kegiatan bimbingan ini dapat membantu lebih banyak santri kelas 6 diterima di perguruan tinggi negeri dengan jumlah yang lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya.
Melalui kegiatan ini, para Mu’allim diharapkan semakin siap menentukan tujuan pendidikan dan memanfaatkan waktu yang tersisa di pesantren untuk mempersiapkan masa depan. Dengan kesungguhan dan perencanaan yang matang, cita-cita melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi impian diharapkan dapat terwujud.





