Santri Global Summit 2026, Dorong Santri Berwawasan Global dan Berdaya Saing Internasional
BOGOR, MAJALAH MISSI — Pondok Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami (PMUQI) menggelar kegiatan perdana Santri Global Summit 2026 pada Sabtu (31/10/2026) di Gedung Serba Guna (GSG) PMUQI. Mengusung tema “From Islamic Values to Global Impact”, kegiatan yang dipelopori oleh Department of Language ini menghadirkan Ustaz Dr. Aziz Awaludin, Ph.D. sebagai narasumber utama.
Ustaz Aziz merupakan alumni PMUQI angkatan ke-9 yang melanjutkan pendidikan magister di Monash University, Australia, kemudian menempuh pendidikan doktoral di University of Wisconsin–Madison, Amerika Serikat. Kehadirannya menjadi kesempatan bagi para peserta untuk memperoleh inspirasi sekaligus wawasan mengenai perjalanan pendidikan hingga tingkat internasional.
Dalam pemaparannya, ia mengajak peserta mengenang kondisi pesantren ketika dirinya masih menuntut ilmu. Ia menceritakan perjalanan dari kehidupan sebagai santri yang belajar di lingkungan pesantren sederhana, dikelilingi persawahan, hingga akhirnya berkesempatan menjadi mahasiswa di universitas ternama dunia.
Kisah tersebut menjadi pengingat bahwa latar belakang pendidikan dan kondisi lingkungan bukanlah satu-satunya penentu keberhasilan seseorang. Menurutnya, kemauan untuk terus belajar, berusaha, dan mengembangkan diri merupakan bagian penting dalam meraih cita-cita.
Selain membagikan pengalaman, Ustaz Aziz juga memberikan sejumlah tips bagi peserta yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri melalui jalur beasiswa. Beberapa hal yang disampaikan meliputi mencari informasi program beasiswa seperti LPDP, mempersiapkan kemampuan bahasa Inggris melalui tes TOEFL atau IELTS, serta memperluas relasi dengan aktif mengikuti organisasi dan berbagai kompetisi.
Sebagai pesan penutup, ia mengingatkan peserta bahwa setiap pencapaian besar membutuhkan proses yang panjang dan konsisten. “Sebuah pencapaian yang besar dimulai dari sebuah proses,” ungkapnya.
Setelah sesi seminar, kegiatan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD). Peserta dibagi ke dalam kelompok yang masing-masing terdiri atas lima orang dari sekolah berbeda. Setiap kelompok memperoleh tema diskusi, di antaranya Global Education, Youth and Technology, serta Peace and Humanitarian.
Para peserta diberikan waktu 30 menit untuk menyusun gagasan dan mempersiapkan presentasi melalui media mind mapping. Setelah melalui proses penilaian oleh dewan juri, tiga kelompok terbaik melaju ke babak final untuk mempresentasikan hasil diskusi masing-masing menggunakan PowerPoint.
Suasana semakin meriah ketika moderator mengumumkan kelompok yang berhasil meraih penghargaan sebagai kelompok terbaik. Pengumuman tersebut disambut tepuk tangan dari para peserta yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Salah satu peserta, Namira Adelia, perwakilan SMAN 01 Leuwiliang, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman dan pengetahuan baru, khususnya dalam meningkatkan motivasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Kesannya seru dan acara ini sangat bermanfaat untuk melatih para peserta dalam berpikir kritis dan berbicara bahasa Inggris. Pesannya, teruslah memperluas pengetahuan dan informasi serta relasi sebagai generasi muda,” tuturnya.
Rangkaian Santri Global Summit 2026 ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang dan sesi foto bersama. Melalui penyelenggaraan perdana ini, PMUQI berharap dapat terus menghadirkan ruang pengembangan wawasan, kemampuan komunikasi, dan kolaborasi bagi para santri dan generasi muda.
Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah untuk mendorong lahirnya generasi santri yang tetap berpegang pada nilai-nilai Islam, memiliki wawasan luas, serta siap berkontribusi dan bersaing di tingkat global.
Teks: Naila dan Amira





