Dari Sebuah Perjalanan, Alumni Berprestasi dan Miss Hijab Bagikan Inspirasi kepada Santriwati PMUQI
Pondok Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami (PMUQI) menggelar kegiatan sharing inspiratif bersama alumni berprestasi dan Miss Hijab pada 3 September 2026 di Gedung Serba Guna (GSG) PMUQI. Kegiatan tersebut diikuti oleh santriwati kelas 4 (kelas 10) dan kelas 5 (kelas 11).
Kegiatan ini menghadirkan tiga perempuan inspiratif, yaitu Aziza Luthfia selaku alumni berprestasi dan Duta Kampus Fotogenik 2025 UIB serta Miss Hijab DKI Jakarta, Andini Zhafarina selaku Miss Hijab Indonesia Inspiratif 2025 Provinsi Jawa Barat, dan Intan Khofifatus selaku Miss Hijab Indonesia Pendidikan 2025 Provinsi Jawa Tengah.
Kegiatan tersebut bertujuan memberikan ruang berbagi pengalaman dan motivasi kepada para santriwati melalui perjalanan para alumni dan figur inspiratif yang telah meraih berbagai prestasi. Sebuah pertemuan dapat menumbuhkan inspirasi, sebuah cerita dapat membangun motivasi, dan satu langkah kecil dapat menjadi awal dari perjalanan menuju prestasi.
Acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, kemudian dilanjutkan dengan sesi talkshow yang dipandu oleh moderator bersama ketiga narasumber. Dalam sesi tersebut, para narasumber menceritakan perjalanan, tantangan, serta motivasi yang mereka alami hingga dapat mencapai pencapaian seperti saat ini. Para santriwati mengikuti sesi tersebut dengan penuh perhatian.
Dalam kesempatan tersebut, Aziza Luthfia menceritakan pengalamannya ketika sempat mendapatkan penolakan dari kedua orang tuanya terkait keinginannya untuk menjadi seorang duta. Namun, ia terus meyakinkan kedua orang tuanya bahwa dirinya mampu menjalani pilihan tersebut hingga akhirnya berhasil mencapai titik yang ia raih saat ini.
Aziza juga membagikan salah satu program yang telah dilakukannya, yaitu membuka layanan konseling kesehatan mental secara gratis di pesantren. Menurutnya, kemampuan berbahasa dan sikap atau attitude yang dibangun selama berada di pesantren merupakan bekal yang sangat dibutuhkan ketika memasuki kehidupan di luar pesantren.
Ia juga menyampaikan pesan kepada para santri agar tidak merasa bahwa kehidupan di pesantren membatasi masa depan mereka.
“Janganlah merasa dibuang karena berada di dalam pesantren serta merasa tidak bisa jadi apa-apa. Melangkahlah karena semua orang pantas didukung.”
Sementara itu, Intan Khofifatus dan Andini Zhafarina turut membagikan pengalaman mereka dalam perjalanan mengikuti ajang Miss Hijab. Keduanya menjelaskan nilai yang terkandung dalam kata MISS, yaitu Manner, Integrity, Smart, dan Sholihah, serta konsep 4B, yaitu Brain, Beauty, Brave, dan Behaviour.
Keduanya juga mengungkapkan bahwa mereka merupakan lulusan pesantren dan pernah merasakan ketakutan untuk memulai sesuatu. Namun, dari pengalaman tersebut mereka menyadari bahwa rasa takut tidak seharusnya menjadi alasan untuk berhenti mencoba. Menurut mereka, ketika sebuah kesempatan datang, keberanian untuk mengambilnya menjadi bagian penting dalam proses menuju keberhasilan.
Para narasumber juga mengingatkan para santriwati agar tidak takut mengalami kegagalan. Sebab, kegagalan merupakan bagian dari proses belajar dan menjadi pengalaman yang dapat membantu seseorang berkembang.
Sebagai penutup, Andini Zhafarina menyampaikan sebuah pesan yang menggambarkan pentingnya memiliki cita-cita dan keberanian untuk mengejarnya:
“Gantungkan cita-citamu setinggi langit sehingga ketika ia jatuh, ia jatuh di antara bintang-bintang.”
Melalui kegiatan ini, para santriwati PMUQI diharapkan dapat melihat bahwa latar belakang sebagai santri bukanlah penghalang untuk meraih prestasi. Justru, nilai, kemampuan, dan pengalaman yang diperoleh selama berada di pesantren dapat menjadi bekal untuk melangkah dan berkembang di masa depan.





