Skip to main content

Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami

Ajang pengetahuan dan kecepatan santri dalam rangkaian perlombaan PORSENI ke-32

Malam ke-2, dalam rangkaian perlombaan antar angkatan pada PORSENI ke-32 yang mengangkat tema pertandingan cerdas cermat. Diikuti oleh tiga santri perwakilan setiap angkatan putra, pada Selasa malam, 4 Agustus 2026, bertempat di basemen masjid Ummul Quro berjalan menegangkan dan penuh peluh suara dukungan dari teman-teman yang menunggu kabar kemenangan.

Lomba cerdas cermat kali ini diselimuti dengan berbagai evaluasi dan gebrakan baru yang membuatnya berbeda dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya. Menurut keterangan dari Bro. Kenan selaku salah satu panitia yang berinovasi dalam perubahan tersebut. Terdapat beberapa inovasi yang dilakukan pada tahun ini, diantaranya, penyesuaian materi yang dibawakan sesuai dengan jenjangnya pada babak pertama perlombaan, dan babak seterusnya menggunakan materi SD (Sekolah Dasar), membuat seluruh kalangan dapat mengikuti dengan lebih kompetitif tanpa ada kesenjangan. Agar dapat mencegah seperti halnya pada tahun sebelumnya yang menggunakan materi pondok yang relatif akan dimenangkan oleh abang kelas dikarenakan telah dipelajari lebih dulu dibanding adik kelasnya.

Dari keterangan yang juga ia berikan selanjutnya, bahwa PORSENI kali ini akan ada banyak perubahan dan evaluasi guna memaksimalkan dan menciptakan suasana serta performa   yang lebih baik daripada PORSENI-PORSENI sebelumnya. Salah satu perlombaan yang diganti agar dapat meminimalisasi kebosanan dan jenuh di antara santri saat menyaksikan, seperti pantomim yang digantikan oleh perlombaan PS (PlayStation) yang dianggap dapat menarik perhatian santri dan sebuah inovasi penggunaan elektronik di lingkungan pesantren.

Ajang pengetahuan dan kecepatan santri dalam rangkaian perlombaan PORSENI ke-32

Atmosfer berkompetisi yang kuat terlihat jelas di antara para peserta perlombaan cerdas cermat di atas panggung pada malam ini, ditambah dengan sorakan meriah dan dukungan yang diberikan teman-teman yang menyaksikan di bawah.

Gestur tegang, cemas, juga harap terlihat di beberapa wajah yang menyaksikan teman mereka menjawab satu per-satu pertanyaan yang dilontarkan oleh juri. “Gereget rasanya, apalagi pas nunggu jawaban yang sengaja dilama-lamain sama juri.” Keterangan yang diberikan oleh Faza santri kelas 4 saat ditanyakan pendapatnya.

Pada setiap pertandingan pastilah ada yang menang dan kalah, sedangkan yang terpenting ialah telah berusaha dan memiliki ambisi yang kuat untuk disimpan pada perlombaan selanjutnya. Malam ini dimenangkan oleh kelas 5 dengan peraihan nilai 2300, disusul oleh kelas 4 dengan peraihan nilai 1850, dilanjut oleh kelas 3 dan 2. Inilah pencapaian yang telah diusahakan oleh teman-teman yang sudah berjuang bersusah payah. “Pasti tegang buat yang pertama kali, kurang percaya diri soalnya ane dipilih H-1 pertandingan jadi gak banyak persiapannya, sama kurang refleks aja buat angkat tangan.” Ujar Fayyaz sebagai salah seorang peserta lomba saat diwawancara setelah pengumuman jumlah nilai yang didapat.

Teks oleh: Arshavin& Raditya

Bagikan Berita: