Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami

MTS Ummul Quro gelar Rihlah Ruhiyyah untuk kelas 3 Ziarah ke Luar Batang dan Cilongok

source : Spesial

Pada Senin (18/05/2026), MTs Ummul Quro Al-Islami menggelar perjalanan Rihlah Ruhiyyah menuju makan Habib Husein Luar Batang, Jakarta dan makan Abuya Uci di Cilngok Tangerang, Banten untuk kelas 3 Madrasah Tsanawiyah putra, sedangkan putri akan diberangkatkan esok hari. Alasan dinamai Rihlah Ruhiyyah adalah karena bertujuan untuk membersihkan hati dan pikiran. Sebanyak 5 bus ziarah diberangkatkan pada pagi hari. Tujuan diadakannya Rihlah Ruhiyyah ini adalah bagian dari pembelajaran yang diajarkan oleh Alm. KH. Helmy Abdul Mubin. LC. Yang selalu istiqamah dalam melakukan ziarah ke makam para waliyullah. Ziarah ini juga membawa hati lebih dekat kepada Allah SWT. Dr. KH. Saiful Falah, M.Pd., mengatakan “Ini merupakan simulasi Rihlah yang akan dilaksanakan pada kelas 6 nanti.” Katanya ketika melepas rombongan bus pada pagi hari. Lokasi Luar Batang dipilih karena amanah dari Pak Kyai yang selalu rutin ziarah pada hari Jumat ke Luar Batang. Sedangkan makan Abuya Uci adalah destinasi tambahan yang telah dimusyawarahkan oleh dewan guru. “Ziarah ini dapat menginspirasi anak-anak dari sifat-sifat para aulya’, dan ini juga menjadi apresiasi bagi anak-anak kelas 3 karena telah menyelesaikan rangkaian kegiatan kelulusan seperti Try Out, TKA dan Ujian Madrasah.” Ujar ust. Enang Sulaiman ketika diwawancarai. “Semoga dengan diadakannya Rihlah Ruhiyyah ini anak-anak kelas 3 MTS dapat termotivasi untuk melanjutkan jenjang pendidikannya di pesantren modern Ummul Qura Al-Islami sampai lulus.” Sambungnya dengan penuh harapan. Para santri kelas 3 putra mengaku senang dan bahagia dengan diadakannya Rihlah Ruhiyyah. “Alhamdulillah, karena adanya Rihlah Ruhiyyah ini ane jadi lebih bahagia dan lebih semangat lagi untuk melanjutkan jenjang pendidikan di pesantren Ummul Quro sampai lulus.” Ucap Angga selaku anggota kelas 3 E yang mengikuti rangkaian acara tersebut. Akan tetapi, di balik suasana suka cita itu, terdapat salah satu santri yang mendapatkan musibah berupa pencurian sejumlah uang yang berinisial M.A. Hal ini diharapkan tidak akan terulang lagi di kemudian hari dan dianjurkan kepada pihak yang bertanggung jawab agar lebih tegas dalam penanganan dan antisipasi sebelum kejadian. Teks oleh: Tahsin Agha dan Arshavin