Ahmad Thursina Roja
Kontributor
Bogor, Majalah Missi – Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami (PMUQI) kembali menggelar acara Tarhib Ramadhan bertajuk مرحبًا يا رمضان المبارك pada (22/02/2025). Acara ini dihadiri oleh seluruh santri, asatidz, serta menghadirkan tamu istimewa, Habib Ahmad Al-Habsyi.
Dalam tausiyahnya, Habib Ahmad Al-Habsyi mengingatkan tentang keutamaan zikir, sebagaimana dijelaskan dalam kitab karya Imam Nawawi Al-Bantani. Ia menyebut bahwa ada satu zikir yang memiliki pahala luar biasa bagi siapa pun yang mengamalkannya.
“Saya menemukan sebuah catatan Nabi, barang siapa yang ingin ditambahkan 100.000 kebaikan, dihapuskan dosa masa lalu, serta dinaikkan 100.000 derajat, maka perbanyaklah membaca zikir ini,” ungkapnya.
Zikir yang dimaksud adalah:
سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ
Selain mengajarkan pentingnya dzikir, Habib Ahmad Al-Habsyi juga mengajak para santri untuk memperbanyak sedekah di bulan Ramadhan.
“Bersedekah itu jangan boros, apalagi sebentar lagi kita masuk Ramadan. Jangan hanya diisi dengan puasa, tapi juga dengan memperbanyak sedekah, karena sedekah yang paling utama adalah di bulan Ramadhan,” pesannya.
Dalam tausiyahnya, ulama asal Palembang, Sumatera Selatan, ini juga menjelaskan tentang malam Lailatul Qadar, yang dikenal sebagai malam Nuzulul Qur’an dan lebih baik dari seribu bulan. Ia mengingatkan santri untuk memanfaatkan malam-malam Ramadhan dengan ibadah dan memperbanyak doa.
Berita Terkini:
-
Apel Pembukaan Asesmen Sumatif Akhir Tahun dan Ujian Pesantren Tahun ajaran 2025-2026. -
Harlah Ke-33 Ummul Quro Al-Islami: Meneruskan Tradisi, Melanjutkan Prestasi -
KMI Camp; Belajar Nilai-Nilai Kehidupan di Alam Terbuka -
Penutupan Simposium Bahasa Arab Kelas 1 & 1PK Unjuk Kemampuan Berbahasa -
Fasilitasi Penyaluran Hewan Kurban: 19 Sapi dan 18 ekor Kambing Disembelih di PM UQI -
Puasa Arafah menjadi kewajiban santri Ummul Quro Al-Islami sebagai bentuk pengamalan sunnah-sunnah -
Hangatnya Idul Adha di Pondok, dari Salat Berjamaah hingga Makan Kebuli Bersama