Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami
Bogor, Majalah MISSI
Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami kembali sukses menyelenggarakan Tabligh Akbar yang dilakukan rutin secara tahunan pada Senin Malam (19/01/2026). Acara ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan akhir santri kelas 6 di PMUQI sebelum kelulusan mereka. Bertempat di lapangan utama pesantren, Para Santri/wati, Jajaran dewan Ustadz dan Ustadzah, serta Wali Santri Kelas 6 turut menghadiri dan ikut menyukseskan acara ini. Kegiatan itu juga turut menghadirkan tamu kehormatan, Al-Habib Ahmad bin Novel bin Jindan dan Syekh Ammar Azmi Ar-Rafati.
Acara sempat terhenti sebentar karena hujan deras mengguyur lokasi. Namun, berkat semangat panitia dan antusiasme para hadirin, acara ini kembali dilanjutkan ketika hujan reda setelah sekitar 15 menit mengguyur lapangan. Pimpinan pesantren, KH. Saiful Falah menyampaikan apresiasinya pada panitia karena acara tetap dilangsungkan setelah terjadi kendala itu.
“Panitia Angkatan 27 ini luar biasa telah memperjuangkan acara Tabligh Akbar ini hingga bisa terealisasikan dengan sedemikian rupa, sempat diguyur hujan, namun insyaallah hujan ini menjadi berkah bagi kita,” ujarnya.
Suasana setelah hujan menjadi lebih syahdu, terutama ketika dibacakan puisi memorial mengenang almaghfurlah KH. Helmy Abdul Mubin, pendiri Pesantren Ummul Quro Al-Islami. Pada kesempatan ini, Habib Husein bin Ahmad Al-Atthas hadir dan menyampaikan pesan:
“Kepada KH. Helmy semoga keluarga dan para santri bisa mengikuti jejak langkah beliau, meneruskan perjuangannya dalam merintis pondok ini. Keberkahan menyertai kalian Angkatan ke-27, lulus bukan berarti selesai, tetapi baru permulaan,” tutur beliau.
Al-Habib Ahmad menyampaikan tausiahnya mengenai peristiwa Isra Mi’raj nya Nabi Muhammad, yang selain perjalanan agung Nabi menemui Allah, juga merupakan sebuah perjalanan menuntut ilmu.
“Dalam Perjalanan Rasul dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa, Malaikat Jibril Menunjukan tempat-tempat bersejarah dan mengambil hikmah di dalamnya. Menelusuri dan mengikuti jejak orang-orang shaleh dan bertaqwa, meneladani mereka, itu mengokohkan iman kepada Allah Ta’ala dan mengambil keberkahan, syukuri nikmat, bersungguh-sungguh dalam belajar,” tutur beliau.
Pesan serupa juga disampaikan oleh Syekh Ammar Azmi Ar-Rafati, beliau menyampaikan bahwa ada hikmah dibalik peristiwa Nabi Muhammad bertemu dangan Nabi-nabi lain di setiap tingkatan langit, bahwasannya kehidupan Nabi akan mirip seperti kehidupan Nabi-nabi yang dijumpainya, serta beliau juga mengaitkan kehidupan Nabi Muhammad dengan Kehidupan Santri Dalam menuntut ilmu.
“Santri mengikuti jejak Rasulullah. Mulai dari cobaan yang diterima hingga derajat yang dinaikkan karena ilmu. Segala kemiripan kehidupan Nabi dengan santri harus diimplementasikan melalui semangat, tekad, dan perjuangan menuntut ilmu.”
Kesuksesan dan kemeriahan acara ini tidak lepas dari persiapan matang panitia sejak jauh-jauh hari. Ustadz Daniel Zein, pembimbing kegiatan Tabligh Akbar, menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran acara:
“Alhamdulillah, atas segala Kerjasama dari seluruh panitia, segala kesulitan bisa diatasi dengan kebersamaan, kita sebagai manusia hanya bisa berdoa dan berikhtiyar semampu yang kita bisa, suluruhnya kita kembalikan kepada Allah,” ujarnya.
Teks oleh: Rafa Hamzah Attara