Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami

Mau'izhah Hasanah dan Halal Bihalal Keluarga Besar Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami

source : Spesial

Bogor, Majalah MISSI

Bogor – Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami menyelenggarakan kegiatan Mau’izzah dan halal bihalal pada Senin, 6 April 2026. Acara tersebut berlangsung di Basement Masjid Putra yang diikuti oleh pimpinan pesantren, asatidz dan ustadzah serta seluruh santri yang telah kembali dari libur Ramadan.

Dr. KH. Saiful Falah, M. Pd. I. sebagai pimpinan pesantren menyampaikan apresiasi dalam nasehatnya kali ini kepada santri yang telah menaati peraturan pesantren untuk kembali tepat waktu khususnya kepada santri kelas VI Aliyah. Beliau menilai kedisiplinan tersebut dapat menjadi teladan yang patut dicontoh oleh santri dan santriwati lainnya.

Beliau juga mengungkapka rasa bangganya atas prestasi santri kelas IV yang telah berhasil lulus seleksi masuk perguruan tinggi negeri diantaranya Institut Pertanian Bogor, Universitas Islam Jakarta, Universitas Sumatra Utara dan Universitas Negeri Jakarta. Prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi santri lainnya untuk terus belajar dan meraih prestasi.

Dalam nasehatnya beliau juga menceritakan pengalaman beliau menemukan berbagai naskah pidato milik almarhum KH. Helmy Abdul Mubin yang tersusun rapi di dalam lemari Usth. Nuril, termasuk naskah pidato sejak tahun 1996 atau hari pertama berdirinya Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami. Naskah pidato tersebut merupakan bukti kesungguhan beliau dalam menyampaika dakwah dan sebagai bentuk warisan keliamuan. Naskah-naskah tersebut juga menjadi pengingat kita bahwa pentingnya menjaga warisan keliamuan. Beliau berpendapat, hal tersebut menjadi teladan bahwa ilmu mengandung keberkahan yang harus dijaga dan dilestarikan.

Selain itu,beliau juga menjelaskan makna “Minal ‘Aidzin wal Faidzin” yang berarti kembali kepada kesucian serta meraih kemenangan setelah berhasil menahan hawa nafsu selama bulan Ramadan.

Pada kegiatan tersebut ada penyampaian amalan yang disampaikan oleh Ust. Harliana yang dianjurkan untuk dilaksanakan oleh santri dan guru untuk setiap senin pagi, yaitu bermunajat (berdoa), “sadar napas” sebagai bentuk syukur atas nikmat Allah SWT yang terakhir yaitu membersihkan gudang emosi dengan menjauhi sifat mazmumah seperti kesombongan dan iri hati.

Setelah itu kegiatan dilanjut dengan halal bihalal. Para santri dan guru berbaris bersalaman dan saling memaafkan.

Teks: Axel