Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami
Bogor, Majalah MISSI
PMUQI – Kegiatan Disaster Response & First Aid Education yang digelar di Basement Putra Pesantren Ummul Quro Al-Islami pada Jumat (14/11/2025) sukses menarik perhatian para santri dan santriwati. Acara ini menghadirkan Subur Rojinawi dan Dr. Harlis Setyowati, S.E M.M CIMA sebagai narasumber penanggulangan bencana gempa serta dihadiri oleh panitia dari Sakola Kita, tim Humanitarian Resilience Forum, para asatidz dan asatidzat. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman peserta terkait mitigasi bencana, khususnya gempa bumi, yang menjadi ancaman nyata bagi Indonesia.
Subur Rojinawi menegaskan pentingnya mengenali empat sesar utama di Indonesia, memahami pergerakan bumi, serta mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika gempa terjadi.
“Tujuannya adalah mengenali 4 sesar di Indonesia, pergerakan bumi dan supaya para peserta tahu apa yang harus dilakukan ketika terjadi gempa. Salah satu alasannya juga adalah Indonesia itu negara gempa,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan langkah dasar penyelamatan diri saat gempa yaitu jangan panik, jangan berlari, tetap waspada, dan melindungi kepala.
Sementara itu, ketua tim Humanitarian Resilience Forum, Dinal Azmi, menjelaskan proses panjang persiapan kegiatan yang dimulai dari September hingga November.
“Proses persiapan acara ini berjalan lancar, dimulai dari menyusun proposal, berkoordinasi dengan beberapa pihak mulai dari narasumber dan pihak Sakola Kita, lalu mengajukan permohonan kepada pihak Pesantren,” jelasnya.
Meski tidak ada kendala besar, ia menyebut adanya tantangan kecil seperti keterbatasan panitia, waktu, dan sumber daya manusia mengingat sebagian besar anggota tim berasal dari luar Jawa.
Dinal juga mengungkapkan latar belakang kegiatan ini, yaitu meningkatnya kasus bencana alam serta beberapa insiden runtuhnya bangunan pesantren. Hal tersebut mendorong pentingnya edukasi mitigasi bencana sejak dini bagi para santri.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, panitia berharap peserta semakin sigap, teredukasi, dan mampu melakukan langkah penyelamatan pertama ketika menghadapi situasi darurat. Acara ditutup dengan sesi tanya jawab dan simulasi sederhana yang memperkuat pemahaman peserta akan pentingnya kesiapsiagaan bencana.