BOGOR, MAJALAH MISSI — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan alumni Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami (PMUQI) Bogor di kancah internasional. Muhammad Rizki Waluya, alumni PMUQI angkatan ke-20, berhasil meraih predikat Wisudawan Terbaik tingkat magister di Faculty of Leadership and Management, Universiti Sains Islam Malaysia (USIM).
Rizki menyandang gelar Master of Communication and Media Management dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,90. Penganugerahan gelar tersebut berlangsung dalam Majlis Konvokesyen USIM ke-24 pada 3 November 2026. Dalam prosesi tersebut, ijazah diserahkan langsung oleh Canselor USIM, Duli Yang Maha Mulia Tunku Ampuan Besar Negeri Sembilan, Tuanku Aishah Rohani binti Almarhum Tengku Besar Mahmud.
Perjalanan akademik Rizki tidak terlepas dari dukungan almamaternya. Setelah menyelesaikan pendidikan di PMUQI pada 2019, ia melanjutkan studi sarjana di Institut Ummul Quro Al-Islami (IUQI). Berkat dukungan beasiswa penuh dari pihak pesantren, Rizki kemudian memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pendidikan magister di Malaysia.
Selama menempuh pendidikan di USIM, Rizki tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik. Ia juga aktif dalam organisasi kemahasiswaan dengan mengemban amanah sebagai Ketua Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) USIM periode 2025 serta Head of Public Relations di International Students Association USIM. Selain itu, ia turut mewakili kampus dalam berbagai konferensi internasional dengan mempresentasikan hasil penelitiannya di Jakarta, Bandung, hingga Uzbekistan.
Dedikasi Rizki mendapat apresiasi dari Prof. Dr. Norhayati Rafida Abdul Rahim, Deputy Dean of Research and Innovation di Faculty of Leadership and Management USIM. Menurutnya, Rizki menunjukkan etos belajar dan kesungguhan yang luar biasa, termasuk dalam menghadapi tantangan penggunaan bahasa Inggris selama menjalani perkuliahan.
“Satu hal penting tentangnya, dia tidak pernah mengatakan ‘tidak’ (pada tantangan tugas). Kapan pun saya minta untuk presentasi, dia selalu siap,” ujar Prof. Norhayati.
Pencapaian tersebut juga sejalan dengan pesan Naib Canselor USIM, Profesor Dato’ Ts. Dr. Sharifudin Md Shaarani, dalam pidato konvokesyennya. Ia menekankan pentingnya menjadikan integrasi ilmu sebagai pedoman bagi para lulusan untuk berbakti kepada agama, bangsa, dan negara.
Setelah menyelesaikan pendidikan magisternya, Rizki kembali ke almamater untuk mengabdikan diri sebagai Ketua Departemen Bahasa di PMUQI. Pengalaman akademik dan organisasi yang diperolehnya selama menempuh pendidikan di Malaysia menjadi bekal untuk berkontribusi dalam pengembangan pendidikan dan bahasa di lingkungan pesantren.
Keberhasilan Rizki menjadi Wisudawan Terbaik USIM bukan hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga kebanggaan bagi keluarga besar PMUQI. Perjalanan pendidikannya menjadi pengingat bahwa kesempatan belajar, kesungguhan, dan dukungan lingkungan dapat membuka jalan bagi santri untuk berkiprah hingga tingkat internasional.





