BOGOR, MAJALAH MISSI — Madrasah Tsanawiyah Ummul Quro Al-Islami mengirimkan 18 peserta yang terdiri atas 9 santri dan 9 santriwati untuk mengikuti Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 pada Selasa, 8 September 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di MTsN 2 Bogor, Leuwisadeng, Bogor, Jawa Barat.
Secara umum, OMI bertujuan mengembangkan potensi peserta di bidang sains dan riset, mengasah kreativitas, serta membentuk karakter unggul yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Kompetisi tersebut merupakan ajang olimpiade tingkat kabupaten yang menjadi salah satu tahapan menuju tingkat provinsi. Peserta yang berhasil meraih prestasi di tingkat kabupaten/kota berkesempatan untuk didelegasikan mewakili daerahnya pada tahap berikutnya.
Perlombaan diawali dengan sesi Matematika pada pukul 10.00. Peserta harus mengerjakan 25 soal dalam waktu 120 menit. Setelah itu, perlombaan dilanjutkan dengan sesi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).
Tubagus Dzikri, salah satu peserta bidang IPS, mengatakan bahwa keikutsertaannya dalam OMI menjadi pengalaman pertamanya mengikuti kompetisi olimpiade. Ia memilih bidang IPS karena menyukai mata pelajaran tersebut dan berharap dapat melanjutkan ke tingkat provinsi.
“Karena suka pelajaran IPS-nya sama buat jadi kesempatan pertama,” tuturnya.
Para peserta telah melakukan persiapan selama dua minggu sebelum perlombaan berlangsung. Setelah menyelesaikan seluruh sesi, mereka kemudian menunggu pengumuman hasil perlombaan yang dijadwalkan diumumkan secara daring pada Sabtu, 12 September 2026.
Bagi sebagian peserta, terutama yang baru pertama kali mengikuti kompetisi pendidikan, perlombaan tersebut menjadi pengalaman yang menegangkan. Meskipun demikian, mereka tetap merasa senang karena memperoleh pengalaman baru.
M. Alif Dennis, peserta bidang Matematika, mengungkapkan pengalamannya setelah mengikuti perlombaan.
“Seru, seneng bisa nambah pengalaman ikut lomba olimpiade. Awalnya tegang karena orang-orangnya kelihatan pinter semua, pas udah selesai tenang. Yang penting udah usaha,” tuturnya.
Rangkaian kegiatan diakhiri dengan doa dan harapan dari para peserta serta pembimbing yang turut mendampingi. Ustaz Enang Sulaiman juga memberikan semangat kepada para peserta sebelum mereka kembali ke pesantren.
“Semangat yaa, bismillah menang!”
Ucapan tersebut menjadi penyemangat bagi para peserta setelah menyelesaikan seluruh rangkaian perlombaan dan sebelum kembali melanjutkan aktivitas di pesantren.





