Skip to main content

Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami

Pimpinan PMUQI Imbau Santri Waspadai Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

BOGOR, MAJALAH MISSI — Pimpinan Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami (PMUQI), KH. Dr. Saiful Falah, M.Pd.I., mengimbau seluruh santri untuk mewaspadai dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Imbauan tersebut disampaikan pada Minggu malam, 6 September 2026, di Masjid Ummul Quro dan diikuti oleh seluruh santri putra.

Imbauan tersebut disampaikan sebagai bentuk penyampaian informasi mengenai kondisi terkini akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, khususnya terkait sebaran abu vulkanik dan dampaknya terhadap kesehatan pernapasan. Selain membahas penanganan dampak abu vulkanik, kegiatan tersebut juga diisi dengan penyampaian informasi mengenai pelaksanaan Penilaian Tengah Semester (PTS) yang akan segera dilaksanakan.

Pimpinan PMUQI Imbau Santri Waspadai Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Pimpinan pesantren mengingatkan seluruh santri untuk menggunakan masker dalam kegiatan sehari-hari, baik saat mengikuti kegiatan sekolah maupun kegiatan organisasi. Pesantren juga menetapkan sejumlah penyesuaian kegiatan sebagai langkah untuk mengurangi paparan abu vulkanik. Rangkaian erupsi Gunung Anak Krakatau sendiri berlangsung sejak 4 September 2026 pukul 23.07 WIB, dengan sebaran abu vulkanik yang terus dipantau oleh BMKG.

Penyesuaian tersebut meliputi pelaksanaan seluruh kegiatan peribadatan di dalam kamar masing-masing, pelaksanaan kegiatan santri di dalam ruangan, serta larangan berolahraga di ruang terbuka. Kebijakan tersebut diberlakukan untuk meminimalkan paparan abu vulkanik yang terbawa angin.

“Kita biasakan untuk menggunakan masker lagi. Masjid kita ini masjid yang terbuka, maka dari itu mudah terpapar abu vulkanik. Mulai Subuh ini, kegiatan ibadah dilakukan di dalam kamar. Semua santri mulai besok makan di setiap kamar masing-masing, kecuali makan siang, takutnya kalau di luar kena abu vulkanik yang dibawa angin.”

Selain membahas penanganan dampak erupsi, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian informasi mengenai pelaksanaan PTS yang dijadwalkan pada 21 September 2026. Ustaz Firdausi Rahman selaku Ketua Panitia Ujian menyampaikan bahwa para santri perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian yang akan datang. Ia juga mengingatkan agar kegiatan perizinan tidak mengganggu fokus belajar dan persiapan santri menghadapi PTS.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama agar pelaksanaan ujian diberikan kelancaran serta dampak erupsi Gunung Anak Krakatau dapat segera mereda, baik di lingkungan pesantren maupun di wilayah terdampak lainnya.

Bagikan Berita: