MISSI — Pada 25 Agustus 2026, telah dilaksanakan pelantikan dan serah terima jabatan pengurus di basement Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami (PMUQI). Kegiatan ini menjadi momen pergantian amanah kepengurusan dari pengurus sebelumnya kepada pengurus angkatan 29.
Acara tersebut menjadi momen penting bagi para pengurus sebelumnya yang telah menyelesaikan masa kepengurusannya, sekaligus bagi para calon pengurus yang akan melanjutkan tanggung jawab kepengurusan. Para pengurus sebelumnya, yang kini menginjak kelas 6 dan akan menghadapi ujian kelulusan, menyerahkan amanah yang selama ini mereka emban kepada pengurus baru.
Suasana tegang menyelimuti basement sejak acara dimulai. Para santri dan pengurus sebelumnya tampak penasaran mengenai siapa saja yang akan menerima tanggung jawab dalam setiap bagian kepengurusan.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan laporan selama proses pergantian pengurus yang telah dilaksanakan sebelumnya. Selain itu, disampaikan pula pembagian pembimbing untuk setiap bagian yang nantinya akan diisi oleh pengurus angkatan 29.
Prosesi serah terima tanggung jawab ditandai dengan penandatanganan antara Ketua ISPA dan Ketua ISPI periode sebelumnya dengan Ketua ISPA dan Ketua ISPI periode berikutnya. Suasana yang semula riuh berubah menjadi senyap ketika satu per satu nama calon pengurus disebutkan beserta bagian yang akan mereka pegang.
Para calon pengurus berdiri secara bergiliran ketika nama mereka dipanggil. Penyebutan nama dan bagian tersebut sekaligus menjawab rasa penasaran para santri dan pengurus sebelumnya mengenai susunan kepengurusan yang baru.
Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pembacaan sumpah dan janji untuk mendedikasikan diri kepada pondok. Para calon pengurus berdiri dengan khidmat sambil saling memegang pundak dan menutup mata.
Ketua ISPI dan Ketua ISPA periode berikutnya juga memegang bendera Merah Putih sembari menuturkan janji untuk menjalankan amanah dan kepercayaan yang telah diberikan. Prosesi tersebut dipimpin oleh Kiai Saiful Falah, M.Pd.
Setelah seluruh prosesi pelantikan dan serah terima jabatan selesai, Kiai Saiful Falah menyampaikan sejumlah nasihat kepada para pengurus baru yang mulai mengemban amanah.
Beliau menyampaikan bahwa seorang pemimpin harus mampu memimpin sekaligus bersedia dipimpin. Dalam menjalankan tugas dan mengarahkan orang lain, seorang pemimpin juga harus terus belajar karena sebelum menjadi pemimpin, seseorang perlu belajar dari pemimpin sebelumnya dan mampu menerapkan pembelajaran tersebut ketika menjalankan kepemimpinannya sendiri.
Beliau juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada para muallim dan muallimah yang telah menjalankan tanggung jawab dengan baik selama masa kepengurusan sebelumnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi pembagian penghargaan bagi santri teladan, bagian terbaik, pembimbing terbaik, serta pengurus ISPA dan ISPI terbaik. Setiap nama yang disebutkan disambut dengan tepuk tangan meriah dari para hadirin. Para penerima penghargaan pun mendapatkan apresiasi atas kontribusi yang telah diberikan selama menjalankan tugasnya.
Menjadi pemimpin bukan hanya tentang memimpin dan mengarahkan, tetapi juga tentang bagaimana mengayomi serta mengabdikan diri kepada lingkungan.





